Akus facebook siapa yang dianggap BI menyebarkan kabar bohong tersebut?
Dream – Isu uang rupiah baru yang tidak dicetak di Perum Peruri, membuat Bank Indonesia (BI) dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) gerah. Kedua lembaga itu mengambil langkah hukum dengan melaporkan akun Facebook penyebar kabar bohong ini kepada Bareskrim Polri.
“BI dan Peruri melaporkan secara resmi bahwa ada pihak yang lewat socmed FB yang memberikan pernyataan bahwa rupiah baru tahun emisi 2016 ini dicetak oleh PT Pura Barutama,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI, Arbonas Hutabarat, kepada Dream, di Jakarta, Kamis 29 Desember 2016.
Arbonas mengatakan laporan tersebut telah diajukan pada Rabu 28 Desember 2016.
Menurut Arbonas, uang rupiah baru hanya dicetak oleh Peruri, sebuah perusahaan pelat merah yang memang salah satunya tugasnya mencetak uang rupiah. Dia mengatakan pencetakan uang di BUMN ini adalah amanat dari Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
“BI mencetak uang di dalam negeri dan menunjuk BUMN sebagai pihak pencetak uang,” kata dia.
Nah, dalam akun Facebook tersebut, disebutkan bahwa rupiah dicetak di perusahaan swasta. Arbonas menyebut akun Facebook tersebut seakan-akan memfitnah BI. Bank sentral ini merasa nama baiknya telah dicemarkan.
“Di akun Facebook itu, BI seolah-olah tidak memenuhi amanat Undang-Undang: BI tidak mencetak di Peruri, tapi di Pura Barutama. Kami menganggap itu merugikan nama baik,” kata dia.
Arbonas mengatakan kini laporan mereka tengah diselidiki Bareskrim Polri. Dia pun enggan menyebut nama akun Facebook penebar berita hoax itu.
“Nah, itu lagi diselediki oleh Bareskrim,” kata dia.(Sah)
Suara.com - Sebuah komet akan menghiasi langit di malam Tahun Baru 2017, demikian dikatakan lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA) seperti dilansir CNN pada Kamis (29/12/2016).
Komet 45P/Honda-Mrkos-Pajdusakova, yang dinamai sesuai dengan para astronom yang menemukannya pada 1948, akan melintas dekat Bumi dan bisa dilihat oleh para penghuni planet ini pada 31 Desember malam.
Sebenarnya sejak 15 Desember lalu komet itu telah mulai nampak di langit sebelah barat, tetapi pada malam tahun baru komet itu akan terlihat melintas di dekat bulan.
Komet 45p, yang jalur lintasan orbitnya membentang hingga Yupiter, akan lebih mudah terlihat dari belahan Bumi bagian utara. Meski demikian menurut para astronom di NASA, manusia tetap butuh teleskop untuk melihatnya lebih jelas.
Komet 45p akan mencapai titik terdekat dengan matahari tepat pada 31 Desember dan masih akan terlihat dari Bumi hingga 15 Januari. Setelah itu ia akan menghilang selama dua pekan dan muncul kembali pada awal Februari.
Benda langit yang butuh waktu 5,25 tahun untuk merampungkan orbitnya itu akan mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada 11 Februari. Ketika itu ia akan melintas di ketinggian sekitar 11 juta kilometer di permukaan Bumi dan bisa dilihat dengan mata telanjang.
Fakta Menarik Soal Rogue One: A Star Wars Story Yang Mesti Kamu Baca Sebelum Nonton!
Setelah akhir tahun 2015 kita dihadiahi seri ke-7 Star Wars yang dibintangi sama Daisy Ridley dan Adam Driver, maka akhir tahun ini kita kembali dihadiahi film terbaru dari Star Wars universe. Yap, Rogue One: A Star Wars Story! Nah, HAI juga punya beberapa fakta unik Rogue One: A Star Wars Story yang bakal bikin kamu pengen nonton filmnya lagi. Kalo belum nonton? Ya buruan datengin bioskop terdekat lah! Nih, beberapa faktanya:
1. “Rogue One: A Star Wars Story” merupakan film standalone pertama yang dikembangkan dari rangkaian saga Star Wars. Film ini membuka kesempatan bagi para pembuat film untuk menggali lebih dalam dunia Star Wars dan memungkinkan para pembuat film untuk bereksperimen dengan gaya dan cara yang berbeda dalam menceritakan kisah film ini.
2. “Rogue One” turut menampilkan beberapa karakter yang populer di kalangan penggemar setia Star Wars, seperti karakter Mon Mothma yang kembali diperankan oleh Genevieve O’Reilly (Episode III, VI, & The Clone Wars), Princess Leia (IV, V, VI, & VII), Senator Bail Organa (Episode II & III), dan Wilhuff Tarkin (Episode III & IV).
3. Guna menciptakan tampilan serta nuansa yang diinginkan untuk film “Rogue One”, Gareth Edwards sang sutradara serta Grieg Fraser sang sinematografer menggunakan kembali lensa kamera dari tahun 1970-an dan menggambungkannya dengan teknologi digital modern.
4. Tampilan karakter Jyn Erso mengambil inspirasi dari para tentara wanita Kurdi dengan sedikit sentuhan budaya Jepang. Kostum undershirt Jyn juga dibuat dengan desain ala Jepang.
5. Tim Industrial Light & Magic (ILM) dan tim Neal Scanlan yang ahli dalam pembuatan creature dan droid dalam film Star Wars berkolaborasi untuk menciptakan droid terbaru K-2SO (yang diperankan Alan Tudyk sebagai pengisi suara).
6. Pembuatan kembali Darth Vader jadi tantangan tersendiri bagi para desainer kostum, Glyn Dillion dan David Crossman. Hal ini dikarenakan perubahan yang selalu terjadi pada pakaian villain di setiap film Star Wars. Misalnya, helm yang dikenakan Vader di episode “The Empire Strikes Back” lebih mengkilap kalo dibandingkan dengan pendahulunya, akan tetapi, setelah beberapa pertimbangan, sang sutradara memutuskan untuk membuat helmnya lebih matte yang akhirnya dihadirkan dalam episode “A New Hope”. Setelah melewati berbagai proses, akhirnya, penampilan baru Darth Vader tercipta. Pada Rogue One, kostum Darth Vader terlihat serupa dengan penampilannya di episode “A New Hope” lengkap dengan berbagai atribut di sabuknya. Bahkan, kotak yang ada di bagian depan kostum Darth Vader dibuat dengan material yang sama, yaitu kayu yang dicat dengan beberapa tombol.
7. Gareth Edwards ingin menghadirkan sesuatu yang baru dan lebih intimidatif bagi para penggemarnya. Selain Stormtroopers, Gareth Edwards menciptakan Death Troopers. Death Troopers dibuat khusus untuk “Rogue One” dengan desain yang benar-benar baru. Mereka adalah kelompok tentara elit dalam balutan kostum serba hitam. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari tingginya, Death Trooper setinggi 6-kaki (182,88cm) dan Stormtrooper setinggi 5-kaki (sekitar 179,83cm).
8. Sang sutradara ingin para creature yang ada dalam film “Rogue One” benar-benar organik dan dapat berbaur dengan lingkungannya secara realistis, untuk itu, mereka yang terlibat di setiap set juga mendapat diperlakukan layaknya aktor di film. Bahkan, mereka memiliki tim penata rias sendiri untuk membuat tampilan yang realistis, seperti menambahkan debu, dan kotoran pada setiap adegan.
9. Salah satu latar yang mengembalikan kenangan penggemar akan Episode IV adalah kehadiran markas rebels di Rogue One. Di dalam film, markas rebels yang berlokasi di Yavin 4 ini dibuat ulang oleh tim produksi Rogue One, dimana mereka berkesempatan untuk berkunjung ke Cardington Airfield, Inggris untuk memastikan ukuran set yang sesuai. Set markas rebel akhirnya dibuat dengan panjang 350-kaki (sekitar 106,68m) dan lebar (sekitar 60,96m).
10. Set hanggar Yavin 4 dan Jedha didekorasi lengkap dan dibuat serealistis mungkin, untuk memastikan hasil film menggambarkan visi sutradara, tim pembuat film juga mencoba untuk melakukan pengambilan gambar di set sebanyak mungkin. Bahkan, ketika harus menggunakan blue screen mereka tetap membangun set semaksimal mungkin agar terlihat dan terasa lebih nyata.
DISKUSI ANTI-CINA. Menilik suara kebencian terhadap warga turunan etnis Tionghoa yang semakin meninggi. Apakah benar? Foto oleh Ursula Florene/Rappler
JAKARTA, Indonesia — Rasisme adalah satu masalah universal yang menjangkiti seluruh negara di dunia. Indonesia pun tak luput dari masalah ini, terutama terhadap warga keturunan Tionghoa.
Kasus dugaan penistaan agama yang disangkutpautkan dengan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama membuat sentimen anti-Cina kembali ramai digaungkan. Tindakan yang dilakukan pejabat keturunan etnis Tionghoa ini seolah menjadi medium bagi kaum rasis untuk menyalurkan kebenciannya.
Meski demikian, Direktur Eksekutif dan Peneliti Utama Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, mengatakan bahwa sebenarnya kelompok rasis ini berjumlah kecil.
“Selama 15 tahun, sikap intoleransi terhadap etnis Tionghoa kecil, hanya sekitar 0,8 persen dengan margin error 3 persen,” kata Saiful dalam diskusi "Ada Apa di Balik Sentimen Anti-Cina?" pada Kamis, 29 Desember, di Jakarta.
Hasil tersebut ia dapatkan dari penelitian selama 2001 hingga 2016. Menurut survei tersebut, kelompok yang paling dibenci adalah Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS); diikuti oleh warga lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT); Partai Komunis Indonesia (PKI), dan sisanya merata antara Yahudi, Wahabi, dan etnis Tionghoa.
Karena itu, Saiful menilai kebencian terhadap warga turunan Tionghoa bukanlah sesuatu yang bersifat masif. Menurutnya, ada kelompok tertentu yang mencoba memanaskan isu ini secara konstan.
Hal ini terlihat dari kasus Ahok. Faktor pertama, gerakan sosial anti-Tionghoa muncul ketika kelompok tertentu melihat bahwa pejabat yang berkuasa tidak sesuai harapan, sehingga perlu menggerakkan massa untuk membuat opini buruk.
Selanjutnya, kelompok yang sama memobilisasi massa untuk bergerak menunjukkan penolakan. Terakhir, dilakukan penyebaran doktrin dan opini kolektif terhadap warga turunan.
"Ada ide, semangat, sentimen, jargon, ajaran, doktrin yang memberi makna, dan menarik orang hingga terbentuk solidaritas kolektif, dan bahkan membentuk semacam identitas sosial baru," kata Saiful.
Dalam politik, pemanfaatan isu rasial sangat umum digunakan. Seperti contohnya, dalam pemilu Amerika Serikat hingga Perancis.
Dalam kasus Ahok, motif serupa juga terjadi. “FPI cs. yang membawa framing double minority dan klaim penistaan agama Islam, temannya bertambah banyak ketika kontestasi politik nyata di DKI terjadi,” kata Saiful.
FPI, lanjutnya, memang sudah tidak menyukai Ahok sejak ia berlaga sebagai calon wakil gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Hanya saja, ketika itu protes mereka kecil dan tidak terdengar.
Saat ini berbeda. Rival Ahok dan gerbong pendukungnya dalam Pilkada DKI membuat framing itu membesar. Bagi mereka, bukan lagi kasus penistaan agama, tetapi bagaimana bisa mengalahkan Ahok.
“Jadi bukan massa, tapi kelompok tertentu dan diakomodasi oleh media,” kata Saiful. Karena itu, ia menyimpulkan membesarnya sikap anti-Tionghoa belakangan bukanlah refleksi keseluruhan warga Indonesia.
Konstruksi sejarah
Sentimen rasial terhadap warga turunan Tionghoa bukanlah cerita baru. Sejak zaman penjajahan Belanda, Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi kasus intoleransi terus berulang.
Pakar Studi Cina dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Thung Ju Lan mengatakan bentrok antara pribumi dan kaum Tionghoa sudah berlangsung lama. Sebut saja sejak 1926.
Dalam Pasal 163 Indische Staatsregeling (IS), orang Tionghoa disebut sebagai warga negara kelas 2, bersama dengan golongan orang timur asing. Sementara warga inlander atau pribumi masuk sebagai warga negara kelas 3.
“Ada proses reduksi sejarah yang justru menampilkan sisi negatif warga keturunan Tionghoa,” kata Ju Lan. Misalnya, perbedaan kelas yang rupanya turunan dari pemerintah kolonial Belanda, yang mengesankan ke-eksklusif-an dan superioritas.
Belum lagi klaim tanpa data statistik yang mengesankan orang keturunan Tionghoa kaya dan mendominasi perekonomian Indonesia. “Ada yang pernah menyebut 75 persen pada era Orde Baru, tetapi tidak dijelaskan berapa total aset Indonesia sebenarnya,” katanya.
Padahal, lanjut Ju Lan, ada pula warga turunan Tionghoa yang miskin seperti Cina Singkawang dan Cina Benteng.
Konflik antara pribumi dan warga turunan seringkali terjadi antar kelas, seperti kelas bawah dan kelas menengah. Namun, umumnya terjadi antara sesama kelas menengah.
“Ada kelas menengah yang masih belum mapan dan rentan jatuh di bawah garis kemiskinan,” katanya. Dengan kondisi tersebut, tak jarang muncul rasa iri hati melihat warga turunan yang mungkin hidupnya lebih sukses dan mapan.
Orang-orang ini menganggap warga turunan tersebut seolah "mencuri" atau "mengambil" lahan mereka. “Dari sini lalu menyebar ke warga turunan lainnya, padahal dasarnya, ya, kebencian antar kelas saja,” kata Ju Lan.
Provokasi berita bohong
Pergerakan massa dan konflik antarkelas yang mendalam tentu tak akan bertambah panas tanpa berita bohong. Peneliti Senior Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) Ignatius Haryanto menampilkan pengamatannya atas isu "10 juta tenaga asing Cina".
“Sebenarnya ini adalah pelintiran dari berita target wisatawan mancanegara Kementerian Pariwisata,” kata Ignatius. Sebelumnya, Kementerian Pariwisata memang menargetkan 10 juta turis dari Tiongkok hingga 2020 mendatang.
Namun, oleh situs berita palsu, angka tersebut dikonsepkan menjadi tenaga kerja asing. Biasanya, kata dia, berita seperti ini dibumbui judul yang provokatif dan menghebohkan.
“Artikelnya sebenarnya berbentuk opini, atau bersumber tidak kredibel,” kata Ignatius. Misalkan, hanya dari cuitan pendengung di media sosial hingga menjiplak tulisan dari media lain.
Menurutnya, seharusnya masyarakat tidak langsung percaya dan ikut menyebarkan berita bohong seperti ini. Salah satu caranya adalah dengan mengonfirmasi ke media yang kredibel.
“Kalau tidak ada media lain yang menulis, artinya berita itu belum tentu benar,” ujarnya.
Pendidikan masif
Selain mencegah penyebaran berita palsu, Ju Lan melihat pentingnya pendidikan toleransi. “Kalau memilih tenaga pendidik, harus yang berkapabilitas. Jangan yang tidak mengerti konteks, sejarah, dan turut menyebarkan kebencian,” katanya.
Tindakan serupa juga harus diterapkan pada pejabat politik. Sebagai figur publik, sikap mereka akan ditiru oleh masyarakat.
Untuk memperkuat upaya peredaman kebencian ini, Saiful menilai perlu ada kebijakan yang komprehensif. Seperti misalkan, Presiden RI ke-4 Abdurrahman "Gus Dur" Wahid yang mencabut aturan diskriminatif Inpres No. 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina.
Lalu, Gus Dur juga menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai hari raya, yang tentu merupakan batu loncatan luar biasa terhadap penghapusan diskriminasi.
“Solusi intoleransi bukan meminta masyarakat toleran, tetapi paling sistematik adalah pembenahan hukum dan law enforcement,” kata dia. Polisi dan aparat berwenang harus tegas menindak kaum intoleran, dengan dukungan konstitusional.
Sebab, persoalan intoleransi bukanlah sekadar sentimen sosial, melainkan persoalan elit dengan motif politik di belakangnya.—Rappler.com
Suara.com - Di sepanjang 2016 ada banyak produk baru dari industri teknologi yang menghebohkan dunia. Sebut saja iPhone 7 dari Apple atau Pixel, telepon seluler pintar terbaru dari Google.
Tetapi 2016 juga menandai kematian dari beberapa nama besar di industri teknologi. Berikut adalah 6 produk industri teknologi yang lenyap di 2016, seperti yang dilansir CNNMoney:
6. VCR (video-cassette recorder)
Ilustrasi kaset video (Shutterstock).
Produsen VCR terakhir di dunia, Funai Electric, mengumumkan penghentian produksi kaset video itu pada Juli lalu.
Pada puncaknya, perusahaan asal jepang itu bisa menjual 15 juta keping VCR dalam setahun. Tetapi jumlah itu menurun drastis ketika DVD, keping Blu-ray, dan terutama layanan streaming yang mengandalkan internet muncul.
Tetapi pada 2015 Funai Electric masih berhasil menjual 750.000 keping kaset video.
VCR sendiri pertama kali diperkenalkan pada 1960.
5. Picasa
Pengumuman pengalihan layanan Google Picasa ke Google Photos di laman utama Google Picasa (picasa.google.com/suara.com).
Pada Maret lalu, Google secara resmi menutup layanan penyimpanan dan berbagi foto andalannya, Picasa. Penutupan Picasa tak lepas dari kebijakan Google yang memperkenalkan layanan Google Photos.
Picasa dibeli Google pada Juli 2004 dari perusahaan teknologi bernama Lifescape. Sebelum ditutup, layanan itu cukup populer karena memudahkan pengguna untuk menyunting dan menyimpan foto-foto digital, jauh sebelum kamera ponsel populer di pasaran.
4. Motorola
Ilustrasi ponsel Motorola (Shutterstock).
Lenovo membunuh nama Motorola pada tahun 2016 ini. Sebagai gantinya, kini Lenovo memperkenalkan merek "Moto", yang telah mulai dipasarkan di Indonesia pada akhir 2016.
Motorola, perusahaan yang pertama kali memperkenalkan walkie-talkie dan perintis telepon seluler, selama beberapa tahun terakhir terus berpindah tangan. Setelah dibeli Google pada 2012 dengan harga 12,5 miliar dolar Amerika Serikat, Motorola jatuh ke tangan Lenovo, raksasa teknologi asal Cina.
Lenovo membeli Motorola dari Google dengan harga 2,9 miliar dolar AS.
3. Vine
Aplikasi Vine di sebuah telepon seluler (Shutterstock).
Twitter pada Oktober lalu mengumumkan untuk menutup aplikasi video ringkasnya, Vine. Langkah yang mengecewakan banyak pengguna ini, belakangan diubah oleh Twitter.
Belakangan Twitter mengumumkan akan memperkenalkan Vine Camera, sebuah aplikasi yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk memotret, membuat video singkat, untuk diunggah langsung ke aplikasi Twitter.
Vine dibeli Twitter pada 2012 dengan harga 30 miliar dolar AS. Meski durasi videonya sangat singkat, aplikasi ini efektif untuk menangkap dan menyebarkan peristiwa penting, termasuk gerakan Black Lives Matter di AS dan dalam mempromosikan merek di pasaran.
Tetapi dengan perkembangan aplikasi livestreaming dan layanan berbagi video, Vine kehilangan daya tariknya.
2. Blackberry
Blackberry, merek ponsel pintar yang sempat menguasai dunia di dekade pertama abad 21, kini telah berhenti memproduksi ponsel.
Pada September lalu perusahaan asal Kanada itu mengumumkan akan menyerahkan produksi ponselnya kepada pihak ketiga dan akan fokus untuk mengembangkan peranti lunak.
Sebelum era ponsel layar sentuh dimulai oleh iPhone, Blackberry adalah raja dunia. Ponselnya, yang khas dengan keyboard QWERTY, digunakan hampir di seluruh dunia dan bahkan menjadi simbol kelas atas.
Blackberry digunakan oleh para elit dunia, mulai dari Presiden Barack Obama hingga artis Kim Kardashian.
1. Samsung Galaxy Note 7
Ponsel pintar Samsung Galaxy Note 7 yang terbakar milik Ariel Gonzales (YouTube/Ariel Gonzales).
Salah satu kisah kematian paling legendaris di 2016 adalah lenyapnya Samsung Galaxy Note 7. Sempat disebut sebagai salah satu smartphone paling cantik dan canggih di dunia, produk terbaru dari Samsung itu malah berakhir tragis.
Diluncurkan pada awal Agustus, Galaxy Note 7 telah berhenti dijual dan diproduksi pada Oktober.
Penyebabnya adalah ponsel premium bikinan Samsung ini ternyata mudah terbakar dan bahkan meledak. Samsung kemudian memutuskan untuk menarik seluruh Galaxy Note 7 dari pasaran (sekitar 3 juta unit) dan membatalkan penjualannya, termasuk di Indonesia.
Karena masalah itu, maskapai-maskapai penerbangan dan otoritas keselamatan tranportasi sedunia melarang penumpang membawa Galaxy Note 7 ke dalam pesawat.
Akibat skandal Galaxy Note 7 ini, Samsung diyakini merugi sekitar 5 miliar dolar AS.
Samsung sendiri berjanji akan menjelaskan penyebab masalah pada Galaxy Note 7 pada Desember tahun ini. Tetapi jelang pergantian tahun, penjelasan yang ditunggu tak kunjung datang.
Liputan6.com, Jakarta Survei yang dilakukan oleh situs penilaian konsumen penerbangan Skytrax memperlihatkan beberapa maskapai penerbangan tarif rendah (low-cost) yang dinilai memiliki pelayanan terbaik. Hal ini didasarkan dari performa maskapai penerbangan tersebut selama tahun 2016.
Survei yang dilakukan Skytrax berdasarkan impresi dari 19,2 juta penumpang yang berasal dari 104 negara berbeda. Selain menilai maskapai penerbangan tarif rendah, survei tersebut juga memberi penilaian terhadap lebih dari 280 maskapai penerbangan lain.
Berikut delapan maskapai penerbangan tarif rendah terbaik melansir Business Insider, Kamis (29/12/2016):
8. IndiGo
Selama tujuh tahun berturut-turut, maskapai penerbangan asal New Delhi ini ditetapkan sebagai maskapai penerbangan terbaik di Asia Tengah dan India.
Maskapai ini mengoperasikan lebih dari 100 pesawat Airbus jenis A320 jets. Hal ini membuatnya sebagai maskapai dengan pertumbuhan terbesar.
7. WestJet
Sejak diluncurkan pada tahun 1996, WestJet telah tumbuh sebagai maskapai terbesar kedua di Kanada. WestJet mengoperasikan penerbangannya ke lebih dari 100 destinasi yang tersebar di Amerika Utara dan Karibia.
6. AirAsia X
AirAsia X merupakan anak perusahaan dari maskapai penerbangan asal Malaysia, AirAsia. Maskapai ini dioperasikan dengan kabin premium dan ekonomi yang siap mengantar penumpang ke berbagai destinasi di Asia.
5. Jetstar Airways
Anak perusahaan maskapai penerbangan Australia, Qantas ini memiliki markas di Melboune. Ia mampu mendapat penilaian baik berkat kualitas jasa pelayanan awak kabin yang baik.
4. Easyjet
Selama lebih dari dua dekade terakhir, easyJet telah mengantarkan penumpang ke lebih dari 800 destinasi di seluruh Eropa. Hingga saat ini, Easyjet mengoperasikan 230 Airbus jets sebagai pesawatnya.
3. Norwegian Air
Norwegian Air merupakan maskapai penerbangan tarif rendah terbaik di Eropa selama empat tahun terakhir. Sebagai tambahan, perusahaan ini juga mampu mendapat penghargaan sebagai World's Best Long Haul Low-Cost Airline.
2. Virgin America
Virgin America bukan hanya mampu menjadi maskapai penerbangan terbaik di Amerika Utara, maskapai ini juga didapuk sebagai maskapai penerbangan terbaik di Benua Amerika.
Perusahaan yang bermarkas di San Francisco ini menawarkan pengalaman penerbangan yang dikemas dalam desain yang stylish, namun masih terjangkau.
1. Air Asia
Selama delapan tahun berturut-turut, Air Asia mampu menduduki peringkat pertama sebagai maskapai penerbangan tarif rendah terbaik dunia.
Survei terhadap Air Asia memperlihatkan penilaian terbaik karena pelayanannya yang ramah, operasional yang efisien serta customer service yang responsif.
Rekaman CCTV saat bocah yang tertinggal di stasiun berusaha mengejar mobil yang dikendarai ibunya
TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang bocah berusia tujuh tahun, lari di ruas jalan yang padat kendaraan sejauh sekitar 2 kilometer untuk mengejar mobil yang ditumpangi ibunya.
Bocah ini, tak sengaja ketinggalan di stasiun, tempat terakhir dimana mereka berhenti untuk mengantarkan saudaranya yang menaiki kereta api.
Sebagaimana dilansir huanqiu.com, peristiwa itu terjadi di Hangzhou, China tepat pada hari Natal.
Sang ibu, bernama Li mengaku tak menyadari jika anaknya itu ketinggalan di stasiun.
Ia hanya merasa aneh ketika setiap orang memberikan klakson ke arahnya.
Saat itu, ia pikir mungkin telah menghalangi jalan orang lain.
Dikutip TribunTravel.com dari Tribun Jogja, bukannya mengurangi kecepatan, Li justru makin tancap gas.
Hingga akhirnya seorang pengendara menghentikan laju kendaraan Li kemudian memberi tahu, ada anak kecil yang mengejar mobilnya.
Adapun peristiwa ini terekam oleh kamera CCTV di Stasiun Zhuji serta kamera yang terpasang di jalanan. Dalam rekaman terlihat tak lama setelah Li menurunkan saudaranya di stasiun, ia langsung masuk ke dalam mobil.
Anaknya yang masih di luar sebenarnya berusaha untuk masuk ke dalam mobil dengan cara meraih pintu belakang.
Namun usahanya sia-sia karena ibunya langsung memacu kendaraan.
Bocah malang itu kemudian mencoba mengejar mobil sang ibu, tapi usahanya sia-sia.
Beruntung, setelah ada pengendara yang memberitahukan, ada anak kecil yang mengejar kendaraannya, Li kemudian menghentikan mobilnya dan langsung meminta bantuan kepolisian.
Polisi menemukan bocah itu tengah berlari sejauh 2 kilometer dari stasiun.
Akhirnya keduanya pun dipertemukan kembali dengan sang ibu yang mengaku tak menyadari kapan anaknya itu turun dari mobil. (Tribun Jogja)