™ Film-Film Ini Sukses Ciptakan Tren

Jannet 09.04
Film-Film Ini Sukses Ciptakan Tren
Dengan segala pasang surut dalam industrinya, banyak film Indonesia yang menjadi buah bibir, sekaligus kiblat tren bagi masyarakat luas.

JAKARTA - Setiap tanggal 30 Maret Indonesia memperingati Hari Film Nasional. Di usianya yang ke-67 tahun, dengan segala pasang surut dalam industrinya, banyak film Indonesia yang menjadi buah bibir, sekaligus kiblat tren bagi masyarakat luas.Berikut beberapa di antaranya.

  1. Ada Apa Dengan Cinta? (2002) Puisi Dan Sastra
Film-Film Ini Sukses Ciptakan Tren
wikipedia

Berkat film remaja ini, buku sastra lawas Aku karya Sjuman Djaya yang dibaca tokoh Rangga menjadi buku paling diburu anak muda. Buku ini dipublikasikan pertama kali pada 1987 oleh penerbit Pustaka Utama Grafiti. Aku dicetak ulang oleh penerbit Metafor Intermedia Indonesia.  Setahun setelah penayangan Ada Apa dengan Cinta (AADC),

Dalam setahun, cetak ulang dilakukan sampai lima kali. Belakangan, buku ini pindah ke penerbit Gramedia Pustaka Utama, dan hingga Juli 2016 sudah masuk cetakan ketiga. Ironisnya, buku yang berisi skenario berdasarkan perjalanan hidup dan puisi-puisi Chairil Anwar ini malah tak pernah difilmkan.

  1. Laskar Pelangi (2008) Belitung

Tak hanya mencatatkan diri sebagai film terlaris kedua sepanjang masa (4.719.453 penonton), film ini juga mendongkrak industri pariwisata di Pulau Belitung, yang menjadi lokasi syutingnya. Menurut data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung, pada 2009 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Belitung baru pada kisaran angka 2.000-an orang.

Angka ini langsung terpompa menjadi 4.000-an pada tahun berikutnya. Puncaknya terjadi pada tiga tahun terakhir, yang melonjakkan jumlah turis hingga 300.000-an. Jumlah penginapan di Belitung pun bertambah, dari yang hanya belasan menjadi hampir 50 buah.

  1. The Raid (2011) Pencak Silat
Film-Film Ini Sukses Ciptakan Tren
Wikipedia

Film ini bisa jadi adalah film yang paling membuat bangga masyarakat Indonesia pada era 2000-an. Tak hanya membuat industri perfilman Hollywood melirik bakat-bakat pelakon di Indonesia, juga memperkenalkan bela diri asli Indonesia, kepada dunia.  pencak silat,

Perguruan Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD) Indonesia tempat Yayan Ruhian (koreografer bela diri The Raid) mengajar, diincar peminat baru pencak silat. Film-film Hollywood pun kembali melirik seni bela diri Asia untuk diterapkan dalam filmfilm laganya.

  1. Catatan Si Boy (1987-1991) Tasbih

Mau tahu dari mana kebiasaan muslim di Indonesia yang menggantung tasbih di kaca spion depan mobilnya? semua karena meniru kebiasaan tokoh Boy.  Rupanya,

Dalam film, Boy yang diperankan Onky Alexander memang digambarkan sebagai pria religius, rajin salat, kaya raya, ganteng, dan baik hatinya. Karakter Boy bahkan ditahbiskan sebagai gambaran pria ideal pada era 1980-1990-an.

  1. Lupus (1987-1991) Permen Karet
Film-Film Ini Sukses Ciptakan Tren
wikipedia

Jika gambaran ideal pria dewasa ada pada sosok Boy, maka gambaran remaja pria yang keren dan asyik pada era 1980-1990-an ada pada sosok Lupus. Salah satu kebiasaan Lupus yang saat itu banyak ditiru para remaja adalah mengunyah permen karet. Ryan Hidayat sebagai pemeran Lupus juga jadi remaja populer pada masa itu.

  1. Pengantin Remadja (1971) Adegan Ikonik

Dalam film yang dibintangi Sophan Sopian dan Widyawati ini, terdapat adegan yang sangat populer, bahkan kerap ditiru di film dan sinetron di Indonesia. Adegan itu adalah saat Romi (Sopian) yang mengenakan kacamata hitam berpura-pura buta supaya Juli (Widyawati) mau membantunya menyeberang jalan.

  1. 5 CM (2012) Naik Gunung
Film-Film Ini Sukses Ciptakan Tren

Film ini berhasil menunjukkan kepada kaum muda bahwa naik gunung itu keren dan menyenangkan. Alhasil, Gunung Semeru di Jawa Timur yang menjadi lokasi syuting film ini langsung diincar para pendaki amatir. Kunjungan meningkat hingga ribuan orang. Gunung penuh sesak pada malam tahun baru. Membludaknya pendaki amatir juga menimbulkan dampak negatif, yaitu banyaknya sampah di gunung dan banyaknya pendaki yang melanggar aturan.

  1. Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016) Yogyakarta
Film-Film Ini Sukses Ciptakan Tren

Sekuel AADC ini rupanya punya kekuatan yang sama dengan film pendahulunya. Beberapa tempat yang menjadi ajang nostalgia Rangga dan Cinta langsung kebanjiran pengunjung. Mulai dari Punthuk Setumbu, Rumah Doa Bukit Rhema, Sellie Coffee, Klinik Kopi, Sate Klatak Pak Bari, hingga Papermoon Puppet Theatre jadi tujuan wisata baru di Yogyakarta. Bahkan, beberapa agen wisata dan komunitas traveling sampai membuat tur tapak tilas AADC 2.


Source: Okezone.com

Artikel Terkait

EmoticonEmoticon

:)
:(
=(
^_^
:D
=D
=)D
|o|
@@,
;)
:-bd
:-d
:p
:ng

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.